Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

Ada perubahan dalam mengimpor dari MP ke WP, bisa dilihat disini: http:hidayat.febiansyah.name/2012/08/20/java-based-multiply-rss-generator/ Belum nyoba sih…. tapi berharap semoga berhasil karena kebetulan belum semua dipindahkan ke WP, eh…ternyata ada perubahan. Yang jelas, aku akan tetap back up di komputer. 

Ada perubahan dalam mengimpor dari MP ke WP, bisa dilihat disini: http://hidayat.febiansyah.name/2012/08/20/java-based-multiply-rss-generator/ Belum nyoba sih…. tapi berharap semoga berhasil karena kebetulan belum semua dipindahkan ke WP, eh…ternyata ada perubahan. Yang jelas, aku akan tetap back up di komputer.

Step by step mengimpor dari Multiply ke WordPress

Alhamdulillah, akhirnya bisa mengimpor journals dari MP ke WordPress. Ternyata cepet, cuma butuh waktu 5 menit. Memang tidak bisa ngimpor album foto, tapi sangat membantu misalnya untuk ngimpor journals dan resep karena efisien. Terimakasih sekali buat sdr Febi yang sudah berbagii program dan ilmu. Ini caranya:
1. Cek apakah layout MP sudah dalam bentuk full entries bukan table.
Kalau masih dalam bentuk table harus diubah menjadi full entries, yang artinya harus log in di MP.
Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat contohnya di sini:
2. Buat account di wordpress (www.wordpress.com) untuk tempat pindahan nanti. Kalau sudah punya, ya tinggal ngimpor aja nantinya.
Pokoknya cara bikinnya baca sendiri di sana.
Di bagian tengah, ada kotak kosong yang meminta kita untuk nulis alamat MP kita. Ketik alamat kita misalnya cutryfruty.multiply.com. Kemudian klik download.
4. Beberapa saat akan muncul file dengan buntut: xml.zip.
Ini masih berupa file zip dan harus di-ekstrak.
Klik file zip tersebut, nanti akan kelihatan kalau file ini masuk ke folder di komputer kita. Di tempatku, file ini masuk di folder “Download”. Kalau aku sendiri, file zip ini kemudian aku copy ke folder lain (misalnya di folder My Document). File ini kemudian di-ekstrak. Caranya, klik kanan mouse kita kemudian klik “extract all”
Nanti akan muncul file yang sudah di ekstrak, tanpa tulisan zip. Buntut file ini adalah xml.
5. Masuk ke WordPress yang sudah kita buat. Log in dulu ya.
6. Step-step selanjutnya bisa dilihat disini:
Pokoknya intinya kalau sudah log in di wordpress:
Tools–>impor–>Wordpress–>ketik file xml (yang sudah di-ekstrak, bukan bentuk zip)–>submit.
7. WordPress akan memproses dalam waktu 24 jam. Tapi punyaku kok bisa langsung keluar saat itu juga. Cuma memang dalam 24 jam aku ngga bisa import lagi. Jadi yang tadi aku import adalah files yang journal. Besok aku akan import yang recipe.
Kelihatannya ruwet, tapi kalau sudah dijalankan ngga sesulit yang dibayangkan. Butuh waktu cuma 2 sd 5 menit. Silahkan mencoba.
Alamat wordpress ku hasil importan: darisebuahdesa.wordpress.com. Ternyata komen juga masuk ke sana kok.
Thanks untuk Yola yang sudah memberi saran untuk mengekstrak file zip. Pengalamanku kalau artikel yang mau diimpor jumlahnya banyak dan ngga di-ekstrak dulu, ngga bakalan bisa diimport alias error mulu. Begitu di-ekstrak langsung berhasil. Tapi ternyata kalau filenya kecil, bisa langsung diimpor tanpa di-ekstrak. Jadi misalnya untuk journals dan recipes ku, aku harus melakukan ekstrak sebelum diimpor karena jumlahnya banyak. Tapi untuk review ngga perlu ekstrak sama sekali karena jumlahnya sedikit.
Silahkan mencoba, semoga berhasil.

BARU JUGA MAU NGIMPOR “REVIEW” DARI MP KE WP….. EH LHA KOK SUDAH DITUTUP LINK NYA. ADA PERUBAHAN DALAM IMPOR. RADA RIBET, DIBANDINGKAN CARA SEBELUMNYA. TAPI MEMANG BELUM AKU COBA SIH.

BAGI YANG MAU COBA, BISA LIHAT DISINI:

Ada yang nyolong gigiku…

Gigiku dicuri orang! Weleh…weleh…gigi aja kok yo dicolong. Kalau nyolong mbok yao yang lain napa.

Gini ceritanya. Dua hari yang lalu aku ditelpon oleh asistennya dentist. Blio bilang:

“Mevrouw, apakah anda bisa datang ke tempat praktek kami besok pagi? Ternyata kami harus mencetak gigi anda sekali lagi….”

Gigi gerahamku memang ada yang ompong. Dokter gigi beberapa waktu yang lalu sudah mencetak gigi untuk bikin dental bridge untukku. Eh… ternyata kok ya harus dicetak lagi….

Keesokan harinya aku ke dokter gigi. Begitu duduk di “kursi pesakitan”, si dokter ngomong:

“Mevrouw, sebetulnya gigi anda sudah selesai. Tapi kurir yang membawa gigi tersebut dari tempat teknisi ke sini mengalami masalah. Dia memasukkan box-box isi gigi ke dalam mobil. Rencananya keesokan harinya dia mau mengantar ke sini. Malamnya ada orang yang mendobrak mobilnya dan mengambil gigi-gigi tersebut. Celakanya, gigi anda termasuk yang dicolong…..”

Aku langsung bengong, ngga mudeng kok ya ada orang yang niat banget nyolong gigi palsu. Gigi palsu kan cuma bisa dipake oleh orang yang dicetak giginya. Tiap orang punya bentuk mulut, masalah gigi yang unik. Ngga bisa kok satu orang pake gigi orang lain. Jadi kalau nyolong gigi palsu terus mau diapain coba?

“Lha kok ada to dok orang nyolong gigi, terus itu untuk apa?”

“Mungkin dia atau mereka mengira kalau ada emasnya…..”

Owalah……jaman sekarang mana ada orang pake gigi emas. Kalaupun ada pasti jarang sekali. Mungkin 1 diantara sekian juta orang.

“Baru sekali ini saya dengar ada orang yang niat banget ndobrag mobil untuk ngambil gigi palsu…”

“Saya juga baru sekali ini ngalami kejadian seperti ini. Ada 3 dentists lainnya yang kehilangan gigi-gigi pasiennya….. OK…mari sekarang saya cetak lagi gigi anda…..”

Akhirnya pak dokter mencetak gigiku sekali lagi. Artinya dia harus mencetak bridge lagi yang harganya lebih dari 1000 Euro.

Kalau seandainya aku ketemu si pencurinya, aku akan bilang:

“Mas….mbak…sampeyan ini bikin repot orang aja. Orang yang sampeyan colong mengalami kerugian sedangkan sampeyan ngga dapat apa-apa. Sudah gitu sampeyan ngadepin resiko dipenjara….”

Mungkin pencurinya akan bilang:

“Namanya juga usaha, mbak……”

Apa ini akibat krisis ya sampai-sampai apapun dilakukan.

Note: gambar diunduh dari disini.

American pancake

Description:
Waktu kami mengunjungi Beaverton, hotel tempat kami menginap sebetulnya berdekatan dengan IHOP. Cuma ngga sempat nyobain pancake nya. Lha wong cuma mau makan pancake aja lho, kok ya antrinya puanjang bianget. Weleh…weleh…itu rasanya kayak apa yak sampai orang bersedia ngantre. Mungkin ueanak bianget gitu kali ya?

Hari ini untuk brunch (eh…lunch ding wong sudah jam 1 siang), aku bikin American pancake. Setelah gugling sana-sini, akhirnya nemu resep ini. Katanya sih top secretnya IHOP, maksudnya rasanya kayak IHOP pancake. Aku sendiri sih ngga bisa menilai bener atau ngga mirip IHOP, wong nyicipin IHOP aja belum pernah kok. Tapi enak juga kok.

Yang jelas makan 2 biji sudah klenger. Oh ya, resep asli ada disini.

Ingredients:
1 1/4 cups tepung terigu

1 telor

1 1/4 cups butter milk (ngga punya, aku ganti 1 1/4 cups milk dikucuri jeruk nipis)

1/4 cup gula

1 sdt munjung baking powder

1 sdt baking soda

1/4 cup minyak (aku pake minyak bunga matahari)

Garam sedikit.

Directions:
1. Campur bahan kering.

2. Buat lubang di tengahnya, masukkan telor, minyak, susu kemudian kocok dengan mixer sampai rata.

3. Panaskan wajan anti lengket. Olesi minyak.

4. Ambil adonan dengan sendok sayur, tuangkan di tengah wajan.

Wajan ngga perlu digoyang-goyang kayak bikin pancakenya Londo. Pancake nya Amrik kan tebel, sedangkan pancakenya Londo pada umumnya tipis kayak crepe.

5. Setelah 1-2 menit dibalik. Pokoknya kalau adonanya sudah ada tanda berlubang bisa dibalik. Tunggu sampai matang. Oh ya, apinya jangan gede, nanti gosong.

6. Angkat dan ulangi lagi sampai adonan habis. Hidangkan dengan topping sesuai selera.

Untukku, aku kasih saus cherry yang rada asem. Kalau Leo selain pake saus cherry, dia taburi sedikit gula bubuk. Kalau ada yang suka topping pake bumbu pecel, ya silahkan, ngga bakalan dilarang. Wong ya namanya selera to? he..he..he..

Uploaded with ImageShack.us

Bikin bubur “Manado” cara sesat: 1 cup beras Jasmine, 1 ubi merah potong kecil2, 1 kaldu blok sayuran, 1 sereh, 1 daun salam, 3 daun jeruk purut, frozen mixed vegetable (isinya: jagung, kacang polong, wortel dan buncis), garam dikit. Semua masukkan ke rice cooker, tambahin air (2x volume bahan atau kira-kira sendiri), idupin rice cooker. Klaar. Enak dimakan pake sambel tomat or sambal dabu2. Sebenernya istilah yang tepat adalah nasi tim “Manado”. Cepet bikinnya, ngga pake susah… dan menurutku enak…

Wortel Muffins

Description:
Tiba-tiba waktu itu kedanan (tergila-gila) dengan muffins. Kue super gampang, enak dan yang jelas bikin kuenyang (yang terakhir ini penting to? he..he..he..). Kebetulan punya wortel banyak (maklum saingan sama Bobo si kelinci. hi..hi..hi…), akhirnya jadilah kuweh ini.

Lumayan bisa untuk sangu kalau sedang pit-pit-an (sepedaan). Kapan kurusnya yak, wong pit-pit-an bawaannya muffin. hi..hi..hi..

Nyontek dari Joy of Baking. Resep asli lihat sendiri ya di sana.

Ingredients:
1/2 cup walnut (ngga pake, wong ngga punya)

2 cups wortel yang sudah diserut (punya parutan rujak gobet kan? Nah itu manfaatin). Waktu itu aku pake 4 buah wortel yang gede.

1 buah apel yang guede (parut). Waktu itu aku pake apel Fuji.

2 cups tepung terigu

1 cup gula halus (aku pake yang brown sugar).

3/4 sdt baking soda

1 1/2 sdt baking powder

1/2 sdt garam

1 1/2 sdt kayu manis bubuk

1/2 cup kelapa parut (aku pake kelapa kering). Resep aslinya sih 1 cup, tapi takut eneg, maka aku kurangi.

3 telor yang gede

3/4 cup minyak (aku pake sunflower oil)

1 sdt vanili ekstrak

Setelah nyicipi hasilnya, menurutku akan lebih jos rasanya kalau ditambah perasan jeruk nipis atau lemon barang 1 sdm.

Directions:
Caraku (yo ben disebut cara sesat. he..he..he..):

1. Semua bahan dimasukkan ke baskom dan di-mixer selama 1 sd 2 menit sampai rata.

Kalau mau, bahan bubuk dicampur dulu dan diayak.

2. Masukkan adonan ke dalam cup cakes atau cetakan muffins. Jangan terlalu penuh supaya kalau adonan mumbul (naik), ngga mbludag (opo bahasa Indonesian√© mbludag? Tumpah?)….

3. Panggang dengan suhu 180 derajat selama 30 menit atau sampai matang. Kalau gosong jangan nyalahin aku ya….

Silahkan lihat lansung resep aslinya kalau pengin tahu cara yang bener. Lha wong cara sesat aja bisa mumbul kok, ngga ambleg….he..he..he..

OK… mari pit-pit-an sambil bawa muffins…. Ini sangu yang waktu itu kami bawa waktu pit-pit-an:

Uploaded with ImageShack.us

Ini muffin yang aku makan (aku cuma makan 2 biji lho, selebihnya diemplok Leo):

Kebetulan punya cetakan muffins yang bentuk bunga matahari, jadi bisa dimanfaatin juga (lihat gambar paling atas).

Bolu Kukus Pelangi

Description:
Sudah lamaaaaaaaaaaa bianget ngga posting. Daripada kehilangan account mendingan diisi panganan.

Kebetulan punya putih telor banyak. Akhirnya dibuat bolu kukus pelangi. Resep nyontek disini. Makasih bu resepnya. Aku modif sedikit sesuai dengan bahan yang ada.

Bolu kukus ini enak dan lembut…..alhamdulillah ngga ambleg. Yang jelas ngga berasa karet karena kadang cake telur putih berasa kayak karet (kayak pernah makan karet aja. he..he..he..).

Lain kali pewarna makanannya akan aku kurangi supaya warnanya lebih kalem, ngga kuencreng…. Mungkin pewarna yang aku pake tajam banget warnanya, jadi sedikit aja langsung kencreng bright banget….

Ingredients:
500 gram putih telor
250 gram gula halus
1 sdm emulsifier (aku pake TBM)
1/2 sdt garam
200 gram tepung terigu
25 gram susu bubuk
25 gram tepung custard (bisa diganti maizena)
1 sdt baking powder
1/2 sdt bubuk vanili
100 ml susu cair
50 gram mentega, lelehkan.
1 sdt pasta strawberry
1 sdt pasta pandan
1 sdt pasta mocca

Directions:
1. Kocok telur putih, gula halus, emulsifier dan garam sampai kental

2. Campur tepung terigu, susu bubuk, custard, baking powder, vanili kemudian ayakkan ke kocokan telur (1) dan aduk rata. Masukkan bahan bubuk (tepung) ini sepertiga-sepertiga bagian supaya adukannya bisa rata.

3. Masukkan susu cair dan mentega serta aduk rata.

4. Bagi adonan menjadi 4 bagian. Beri warna berbeda ke tiap-tiap adonan. Satu adonan biarkan putih tanpa warna.

5. Kukus selapis demi selapis. Tiap lapis (warna) dikukus selama 7 sd 10 menit.

Aku menggunakan loyang bulat diameter 21 cm yang sudah dilapisi kertas roti dan diolesi margarin. Oh ya, waktu mengukus, tutup dandang aku bungkus dengan serbet supaya airnya ngga netes ke adonan.

Marmer cake ngga pake susah, kalau ambleg yo kebangeten tapi kalau beneran ambleg ngga tanggung jawab. he..he..he..

Description:
Bisa ngga ya judul resep ini masuk dalam the Guinness Book of World Records sebagai judul resep cake marmer terpanjang di dunia? he..he..he.. (sambil ngakak guling-guling). Tapi sapa tahu (ngarep dot com).

Dari judulnya sudah bisa ditebak betapa mudahnya membuat cake ini. Resep ini terinspirasi dari video nya Delia Smith tentang pembuatan all-in-one sponge cake dalam program BBC. Intinya semua ingredients dikocok jadi satu sebentar aja kemudian dipanggang.

Kalau diamati Delia menggunakan rumus 175 atau 175 gram terigu, 175 gram gula dan 175 gram margarin. Resepnya Delia dapat dilihat disini. Ini kayak rumus resep cake marmer yang biasanya menggunakan perbandingan yang sama. Misalnya seprapat kilo trigu, seprapat kilo gula dan seprapat kilo margarin atau mentega.

Pada umumnya pembuatan marmer cake rada ribet (menurut ukuranku). Lha piye ngga ribet, wong harus ngopyok gulo en butter dulu. Sudah gitu harus ngocok putih terlur terpisah. Kalau ngocoknya ngga bener, jadinya cake ambleg. Lha wong ya cuma mau makan seiris aja lho, kok yo repot amat yak (bener nih cuma makan seiris. he..he..he..).

Akhirnya aku pake sistem all-in-one nya mbak Delia (yang ayu menik-menik) tapi aku bikin sebagai marmer cake (maksudnya dikasih warna coklat di sela-selanya). Aku kurangi takaran gula dan menteganya. Hasilnya tetap empuk, lembut dan enak. Cocok untuk teman minum teh.

Ingredients:
175 gram terigu

150 gram gula halus (sudah manis untuk ukuranku, wong yo aku wis manis to? he..he..he..)

85 gram mentega lembek (pokoknya jangan yang keras yang baru keluar dari kulkas)

4 butir telor yang besar

1 sdt vanila ekstrak (lupa….maklum faktor U).

1,5 sdt munjung baking powder (mbak Delia pake 1 sdt karena blio menggunakan self-raising flour).

1 sdm susu bubuk (daripada kadaluwarsa).

1 sdm maizena (wong yo ada persediaan).

1 sdm air hangat (optional)

1/2 sdm coklat bubuk

Directions:
1. Campur terigu, baking powder, susu bubuk, maizena kemudian ayakkan ke dalam sebuah wadah. Pegang ayakannya rada tinggi ya supaya tepung bisa mengikat udara (lihat video).

2. Masukkan telor, mentega, gula halus dan vanila.

3. Kocok dengan menggunakan mixer dengan kecepatan tinggi selama 3 menit sampai lembut (mbak Delia sih nyuruhnya cuma 1 menit, lha tapi aku merasa ngga mantep jé, yo wis tak kopyok 3 menit).

Oh ya, kalau mau dikocok secara manual juga ngga papa lho, yang penting nyampur jadi lembut.

4. Ambil 1 sdm adonan dan jatuhkan ke wadah lagi (jangan dijatuhkan ke lantai, nanti susah ngepelnya. he..he..he..).

5. Kalau adonan masih berat, tambahkan 1 sdm air hangat dan kopyok lagi bentar aja, asal nyampur dan ketika dijatuhkan ringan (lihat video).

6. Ambil 4 sdm makan adonan putih tersebut dan tuang ke dalam mangkok. Masukkan coklat bubuk sambil diayak. Aduk sampai rata.

7. Tuang adonan putih ke dalam loyang yang sudah disemir margarin dan ditaburi trigu. Aku pake loyang tulband ukuran 22 cm, wong ngga punya yang 20 cm.

8. Tuangkan adonan coklat di atas adonan putih tersebut kemudian diaduk pelan dengan menggunakan garpu. Jangan kebanyakan ngaduk, nanti malah coklat semua.

9. Panggang sampai matang. Aku manggangnya pake suhu 160 derajat Celsius dengan hete lucht (hot air) selama 35 menit. Mbak Delia manggang pake suhu 170 derajat Celsius.

Horeeeeee…..kueh nya mumbul (mengembang naik).

Gampang to….segampang bikin muffin ya….

Mari nge-teh….

PS. Demen dengerin aksen Britishnya mbak Delia ini….

Masih muales buat ngempi ki piye…. memulai dengan nulis resep, sapa tahu bisa memacu untuk rajin ngempi. Eh… ternyata kok yo ngga jauh-jauh dari makanan. he..he..he..